Desa Meranti Jaya, Kecamatan Mandiangin Timur, Kabupaten Sarolangun, Jambi yang sedang belajar membuat POC.

Desa Meranti Jaya, Kecamatan Mandiangin Timur, Kabupaten Sarolangun, Jambi yang sedang belajar membuat POC.

Jambi - 20 orang warga Desa Meranti Jaya, Kecamatan Mandiangin Timur, Kabupaten Sarolangun, Jambi tampak antusias mempraktikkan proses pembuatan pupuk dari bahan sisa makanan.


Usut punya usut sekumpulan petani yang dinamai dengan Kelompok Vanila Jaya ini melakukan percobaan pembuatan pupuk organic cair (POC) atau pupuk Booster yang bermanfaat untuk merangsang pertumbuhan bunga pada tanaman vanili. 


Kelompok yang terbentuk sejak setahun terakhir dengan berfokus pada pengembangan System Agroforestry berbasis tanaman vanili di kebun masing-masing ini sedang mendapatkan pendampingan dari PT WN bersama NGO KKI Warsi.


“POC ini sangat berguna untuk mendorong pembungaan tanaman vanili, sekaligus menjaga kualitas kesuburan lahan dengan cara yang lebih ramah lingkungan,” ungkap pendamping lokal, perwakilan PT Wanakasita Nusantara (WN), Wadoyo bersama tim CSR kantor Region Muba.

 

Sebelum melaksanakan praktik, Kelompok Tani Vanila Jaya mendapatkan pembelajaran mengenai manfaat POC, bahan baku yang di gunakan, serta tahapan pembuatannya.

 

Kemudian Proses fermentasi POC yang memanfaatkan aneka buah-buahan seperti sawo, semangka, mangga, pisang, jambu dipadukan dengan kurma, susu murni, gula aren, telur dan sejumlah bahan alami lainnya.


Upaya ini merupakan pengembangan dari model kelompok tani vanili yang lebih dahulu di bentuk di Desa Sinar Harapan, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin. 


Tingginya semangat dan partisipasi anggota kelompok tidak lepas dari prospek cerah tanaman vanili. Pertumbuhan tanaman yang pesat, harga jual yang tinggi, serta peluang pemasaran yang terbuka melalui PT Java Agro Spices (PT.JAS) menjadi motivasi utama bagi para petani.


Pihak perusahaan mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) yang bertujuan menumbuhkan kegiatan ekonomi produktif yang dapat memberikan income tambahan dan kesejahteraan pada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.


“CSR tidak hanya bergerak pada aspek charity dan bertujuan membangun hubungan harmonis saja. CSR juga menyasar pada upaya membangun kemandirian ekonomi pada masyarakat. Pengembangan vanili merupakan salah satu upaya menuju ke sana,” ujar CSR Officer Muba PT WN, Reza Pahlepi. 


Usai kegiatan ini, lanjutnya, dalam waktu dekat kelompok Vanila Jaya akan dilakukan kunjungan belajar ke Desa Sinar Harapan untuk memperkuat ketertarikan anggota dan memperdalam pengalaman dengan belajar langsung dari para petani yang lebih dahulu telah sukses mengembangkan budidaya Vanili.


"Selain dari kelompok Vanili Jaya, juga akan dilibatkan beberapa perwakilan warga dari Distrik lainnya, berharap keberhasilan Sinar Harapan dan Meranti Jaya, dapat di replikasi di lokasi distrik lain," harapnya.(ltf)