Ilustrasi seorang yang tewas diduga karena dikejar karyawan perusahaan menggunakan sajam.

Ilustrasi seorang yang tewas diduga karena dikejar karyawan perusahaan menggunakan sajam.

BAYUNG LENCIR, MUSI BANYUASIN — Kematian Y, warga Kelurahan Bayung Lencir yang sehari-hari bekerja dan tinggal di Desa Kepayang, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, menyisakan misteri. Y ditemukan tewas mengapung di Sungai Merang, Desa Muara Merang, Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 23.59 WIB.

Korban sebelumnya pergi dari rumah sejak Rabu (4/2/2026). Proses pencarian dilakukan oleh keluarga dan masyarakat menggunakan perahu ketek hingga akhirnya menemukan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Saat ditemukan, kondisi jasad korban sudah membengkak. Peristiwa ini membuat keluarga terpukul, terlebih korban meninggalkan seorang anak yang masih kecil serta istri yang tengah hamil tua. Jenazah kemudian dibawa ke rumah orang tua korban di Palembang.

Sejumlah informasi yang dihimpun menyebutkan, kematian Y diduga berkaitan dengan pengejaran yang dilakukan sejumlah karyawan kebun sawit terhadap orang-orang yang dicurigai mencuri buah sawit dari area perkebunan.

Dari video yang diperoleh media ini, tampak beberapa orang sedang dimintai keterangan di area yang diduga merupakan mess karyawan perusahaan. Dalam rekaman tersebut dijelaskan kronologi dugaan pengejaran yang terjadi. Video tersebut direkam beberapa jam sebelum korban ditemukan berdasarkan keterangan tanggal dan waktu perekaman yang ada pada video.

Dalam video tersebut, salah seorang karyawan berinisial B menyebutkan bahwa dirinya bersama tiga rekannya mengetahui adanya dugaan pencurian buah sawit di area kebun perusahaan. Karena merasa di tantang, mereka kemudian mengajak sejumlah karyawan lainnya lebih banyak lagi menuju lokasi kejadian.

Setibanya di lokasi bersama rombongan karyawan tersebut mendapati sejumlah orang yang tidak mereka kenali sedang mengangkut buah sawit menggunakan gerobak sorong satu roda.

Menurut B, para terduga pelaku yang kerap disebut “ninja” kemudian melarikan diri hingga terjun ke Sungai Merang. Ia mengaku sempat ikut mengejar hingga ke tepi sungai, namun mengurungkan niat melanjutkan pengejaran karena khawatir adanya buaya di sekitar lokasi.

B juga mengaku sempat melihat salah seorang yang terjun ke sungai tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan.

Sementara itu, berdasarkan keterangan salah satu warga setempat yang tidak disebutkan namanya, kebun kelapa sawit yang menjadi lokasi dugaan pencurian tersebut dikenal warga setempat milik PT Mega Hijau Bersama (PT MHB) 

Namun saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, manajer PT MHB, di wilayah Kepayang, Wahid menyatakan bahwa kebun Bina Desa tidak berada di bawah naungan maupun pengawasan perusahaan tersebut. Ia juga mengaku tidak adanya pengejaran yang dilakukan oleh karyawan PT MHB terhadap sejumlah orang yang disebut sebagai “ninja”.

“Yang saya dengar dari Kades Kepayang saat itu, beliau mengklarifikasi soal warganya yang tidak pulang. Beliau menanyakan apakah ada warga yang ditahan di perusahaan kami. Saya sampaikan bahwa di perusahaan kami tidak ada penahanan warga,” ujarnya.

Media ini juga mencoba menghubungi R, Kepala Kebun yang diduga berada di lokasi saat kejadian pengejaran berlangsung. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atas pesan yang dikirimkan.

Meski demikian, media ini memperoleh rekaman suara yang diduga merupakan pernyataan R saat dimintai keterangan oleh seorang warga. Dalam rekaman tersebut, R menyebut bahwa perusahaan tempatnya bekerja adalah PT Megah Persada Lestari, yang dikenal dengan kebun Bina Desa.

Ia mengaku mengetahui adanya kejadian pengejaran terhadap sejumlah orang yang diduga mencuri buah sawit di area kebun perusahaan. R juga menyebut bahwa beberapa karyawan membawa senapan angin dan senjata tajam dengan alasan untuk perlindungan diri.

Saat ditanya apakah kejadian tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian, R mengaku belum melaporkannya karena telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak humas perusahaan.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti kematian korban maupun dugaan keterkaitan dengan peristiwa pengejaran tersebut.

Kasus ini pun masih menjadi perhatian masyarakat setempat, yang berharap adanya kejelasan atas peristiwa yang menewaskan Y. Serta kepemilikan kebun sawit yang seolah tidak memiliki kejelasan ini.