Musrenbang Kecamatan Bayung Lencir

Musrenbang Kecamatan Bayung Lencir

Bayung Lencir, Muba - Warga Bayung Lencir layangkan aspirasi meminta agar tidak ada lagi krisis listrik di Kecamatan Bayung Lencir pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan, Rabu  (19/02/25).

Musrenbang tersbut dibuka secara langung oleh Camat Bayung Lencir diwakili oleh Kasi PPDK Muhammad Waji. Dimana pihaknya memberikan kesmpatan kepada masyarakat untuk menyampaikan usulan.

"Bagi yang usulannya belum terealisasi di tahun 2025 ini, maka akan kita usahakan agar ditahun 2026 terlaksana", ujarnya.

Acara tersebut turut dihadiri Bappeda Kabupaten Muba, Dinas PUPR, Dinas Perkebunan, Dinas Perikanan, Dinas Perkim, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, unsur muspika, Lurah &  Kepala Desa se-Kecamatan, UPT Dinas instansi dalam kecamatan Bayung Lencir.

Musrenbang yang digelar setiap tahun ini dengan hasil merupakan pembahasan hasil musrenbang desa serta pembentukan tim perumus usulan pembangunan dan pembentukan delegasi musrenbang Kabupaten. 

Para peserta Musrenbang menyampaikan usulannya untuk membangun desa maupun lingkup instansi dalam kecamatan. Lurah Bayung Lencir indah Urwandinata salah satunya berharap agar realisasi pembangunan bisa merata di seluruh desa dalam kecamatan, "Saya berharap agar pembangunan merata, jangan kades yang dekat dengan anggota Dewan anggaran pembangunannya lebih besar", harapnya.

Namun sedikit berbeda ketika perwakilan DPD Diky Sophan Pribadi menyampaikan usulannya, dia berharap agar kecamatan Bayung Lencir terbebas dari Krisis Listrik.

"Bayung Lencir ini ada pembangkit listrik terbesar, yaitu PLTU Sum-Sel. Sudah selayaknya kalau di Bayung Lencir ini tidak lagi mengalami krisis listrik. Tidak ada lagi yang namanya sering mati lampu. Malu kalau masih bergantung pada provinsi lain yang disuplai aliran listrik. Kita harus mandiri", harapnya.

Senada, kades kaliberau Muhammad Sarwadi dan Kades Simpang Bayat, Fathur Rohman  berharap agar di desanya yang belum teraliri listrik juga pada tahun 2025 ini bisa dialiri listrik yaitu dusun Reban Kumbang dan Selaro.

Sementara, Fay Rusdy tokoh masyarakat sekaligus ketua RT di Kelurahan Bayung Lencir Indah tak ketinggalan meminta agar wilayahnya yang belum tersentuh aliran listrik dapat diperhatikan.

"Wajar kalau wilayah lainnya ada yang 2 periode kadesnya menjabat tapi belum teraliri listrik, kami ini ditengah kota, sudah 86 tahun sejak kakek saya tinggal sampai sekarang belum terpancang tiang listrik", katanya sembari meneteskan air mata.(ded)