PHR Zona 1 distribukan bantuan ke warga.

PHR Zona 1 distribukan bantuan ke warga.

Aceh – Sumatera Utara, 28 November 2025 — Curah hujan ekstrem yang memicu banjir dan longsor di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara berdampak langsung terhadap wilayah operasi Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1. Di tengah situasi darurat yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah, PHR Zona 1 memastikan bahwa keselamatan pekerja menjadi prioritas utama sekaligus memperkuat upaya penanggulangan bencana dan penyaluran bantuan bagi masyarakat di sekitar area operasi.

General Manager PHR Zona 1, Hari Widodo, menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kondisi yang menimpa masyarakat. Sejak awal bencana, PHR Zona 1 bergerak cepat menerapkan langkah mitigasi—mulai dari evakuasi pekerja terdampak, pengamanan fasilitas migas, hingga pendistribusian bantuan darurat bersama SKK Migas, BPBD, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Seluruh penanganan bencana dilakukan dengan standar keselamatan maksimal. Kami berkomitmen terus mendukung masyarakat yang terdampak hingga kondisi kembali pulih,” tegas Hari Widodo.

Distribusi Bantuan di Lokasi Terdampak

Melalui tiga lapangan operasinya—PHE NSO Field, Pertamina EP Pangkalan Susu Field, dan Pertamina EP Rantau Field—PHR Zona 1 menyalurkan berbagai kebutuhan mendesak bagi masyarakat di Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kabupaten Langkat. Bantuan yang disalurkan meliputi:

  • 425 kg beras

  • 480 kg gula

  • 177 dus mi instan

  • 135 dus sarden

  • 103 dus minyak goreng

  • Air mineral, telur, susu, biskuit, dan makanan bayi

  • Perlengkapan mandi, obat-obatan, selimut, terpal, dan popok sekali pakai

Bantuan dikirim melalui jalur darat, namun karena beberapa akses terputus, distribusi juga dilakukan menggunakan perahu karet dan helikopter.

Pengamanan Fasilitas dan Evakuasi Pekerja

Sejak 25 November 2025, Pertamina EP Pangkalan Susu melaksanakan mitigasi menyusul meningkatnya debit air di sekitar Main Gathering Station (MGS). Sebanyak 187 orang telah dievakuasi ke Bukit Kunci dan kebutuhan harian para pengungsi dipastikan terpenuhi. Tim teknis juga memperkuat pagar beton MGS untuk menjaga keamanan fasilitas.

Di Aceh Tamiang, banjir setinggi hingga tiga meter pada 27 November 2025 menyebabkan fasilitas produksi Pertamina EP Rantau terendam dan harus dihentikan sementara karena putusnya pasokan listrik dan akses transportasi. Meski demikian, bantuan bagi masyarakat tetap disalurkan melalui posko resmi dan desa-desa di sekitar area operasi.

Sementara itu di Lhokseumawe, PHE NSO menyalurkan bantuan sejak hari pertama bencana berupa bahan pokok, obat-obatan, perlengkapan bayi, serta perlengkapan tidur.

Komitmen PHR Zona 1

PHR Zona 1 menegaskan bahwa pendampingan dan bantuan untuk masyarakat akan dilakukan secara berkelanjutan selama masa tanggap darurat. Di saat yang sama, upaya pemulihan operasional migas terus dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan pekerja.

Meski bencana berdampak pada kelancaran produksi migas, termasuk dihentikannya sementara produksi di Pertamina EP Rantau Field, PHR Zona 1 menegaskan tetap mendukung kebutuhan energi nasional dan pemulihan sosial masyarakat terdampak.(rna)