Foto udara waterboombing padamkan api.

Foto udara waterboombing padamkan api.

MUSI BANYUASIN — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, terus diperkuat. Tim gabungan tak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga membendung penjalaran melalui pembangunan sekat bakar, pembasahan, hingga operasi pemadaman dari udara.

Hingga Minggu sore (4/10/2026), penanganan masih berlangsung di sejumlah titik prioritas. Operasi yang menjadi fokus saat ini telah dilakukan sejak 15 September 2026 dengan melibatkan 353 personel gabungan.

Selain pemadaman langsung, tim telah membangun sekat bakar sepanjang sekitar 10 kilometer dengan lebar hingga 50 meter. Sekat tersebut terus dibasahi untuk menjaga kelembapan dan mengurangi kemungkinan api menyeberang ke area lain.

Pembasahan juga dilakukan menggunakan sambuponti sebagai bagian dari upaya pengendalian penjalaran api.

Kepala KPH Lalan Mendis Amiril mengatakan, kondisi kebakaran yang dinamis membuat penanganan membutuhkan koordinasi dan dukungan dari berbagai unsur.

“Penanganan kebakaran seperti di Muara Medak membutuhkan sinergi berbagai pihak. Dukungan personel, peralatan, pemadaman dari darat maupun udara, serta upaya pencegahan penjalaran api perlu dilakukan secara bersama-sama agar kebakaran dapat dikendalikan dan tidak meluas,” kata Amiril.

Tiga Helikopter Dikerahkan

Upaya pemadaman tidak hanya dilakukan dari darat. Operasi udara diperkuat dengan tiga helikopter, yakni PK-KII jenis Kamov, PK-ODC jenis B3 dan Mi-171.

Sejak operasi water bombing dimulai pada 27 September 2026, hingga Minggu tercatat 345 sorti penerbangan dilakukan untuk membantu pemadaman di lokasi karhutla.

Sementara dari darat, tim menggunakan enam pompa jinjing, 11 pompa sedang, tujuh pompa induk dan dua pompa apung. Peralatan tersebut didukung 210 rol selang berukuran 1,5 inci, 110 rol selang 2,5 inci serta 20 Jet Shooter.

Pengendalian api juga dibantu 57 ekskavator yang terdiri atas tujuh unit bucket dan 50 unit grapple atau capit, serta satu motor grader.

Alat berat digunakan untuk membuka akses menuju lokasi sekaligus membangun dan memperkuat sekat bakar.

Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni XV/Muba Deni Candra Gumelar mengatakan, penanganan karhutla di Muara Medak telah melibatkan berbagai unsur sejak kejadian mulai muncul pada Juli lalu.

“Kita semua pihak sudah bekerja keras dalam upaya penanggulangan karhutla di Muara Medak sejak mulai ada kejadian karhutla di bulan Juli,” ujar Deni.

Cakupan Operasi 5.800 Hektare

Besarnya wilayah yang menjadi perhatian membuat operasi tidak hanya diarahkan pada titik yang terbakar. Sekitar 5.800 hektare menjadi cakupan kegiatan pemantauan, pemadaman, pengendalian, pembangunan sekat bakar, serta pencegahan penjalaran api.

Namun, angka tersebut bukan luas lahan yang terbakar.

Berdasarkan pemantauan awal hingga Minggu sore, salah satu area yang terdeteksi mengalami kebakaran tercatat sekitar 0,5 hektare. Sementara sumber awal kebakaran masih dalam proses penelusuran.

Komandan Kodim 0401/Musi Banyuasin Letkol Inf. Dimas Kurniawan mengingatkan agar upaya pemadaman juga diikuti pencegahan munculnya titik api baru.

“Mari kita jaga bahu membahu untuk memadamkan api dan jaga jangan ada oknum yang masih membakar, sehingga tidak ada asap yang dapat mengganggu semua orang hasil dari perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” kata Dimas.

Tim gabungan hingga kini masih melakukan pemadaman, pembasahan dan pemantauan di sejumlah titik. Strategi penanganan juga terus disesuaikan dengan kondisi lapangan untuk memastikan api tidak kembali muncul ataupun menjalar ke wilayah lain.(rna)