-

-

Patroli Terpadu Karhutla di Muara Medak, Tim Gabungan Temukan Titik Api Belum Padam di Lahan Gambut

BAYUNG LENCIR, MUSI BANYUASIN — Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan di wilayah Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Pada Rabu (14/10/2026), tim patroli terpadu yang melibatkan Manggala Agni Daops Sumatera XV/Musi Banyuasin, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) melaksanakan patroli serta sosialisasi pencegahan karhutla di Desa Muara Medak.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemantauan kondisi lapangan, memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan, serta melanjutkan upaya pemadaman di wilayah yang masih terdapat api.

Berdasarkan hasil pemantauan, tim tidak menemukan titik panas (hotspot) yang terdeteksi. Namun, kondisi tersebut tidak berarti seluruh wilayah telah terbebas dari ancaman kebakaran. Tim masih menemukan lokasi kebakaran di Dusun VII, Desa Muara Medak, dengan status api belum padam.

Lokasi tersebut memiliki vegetasi berupa semak belukar, tumbuhan pakis, dan tanaman sawit, dengan kondisi tanah gambut. Titik kebakaran berada pada koordinat -1.84693, 103.91912, di kawasan berstatus Areal Penggunaan Lain (APL).

Kondisi lahan gambut menjadi perhatian karena kebakaran di kawasan tersebut berpotensi menyulitkan proses pemadaman, terutama apabila api merambat ke lapisan bawah permukaan tanah.

Tim Gabungan Lakukan Sosialisasi kepada Warga

Selain pemantauan dan pemadaman lanjutan, tim patroli juga melaksanakan sosialisasi penyadartahuan karhutla kepada warga Desa Muara Medak.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menyampaikan edukasi kepada Zaenal, Sahrul, dan Sinaga, yang merupakan warga setempat. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko kebakaran, pentingnya menjaga kondisi lahan, serta larangan membuka lahan dengan cara membakar.

Tim juga melakukan pemetaan terhadap wilayah rawan kebakaran dan sumber air sebagai bagian dari upaya mendukung kesiapsiagaan apabila terjadi kebakaran.

Berdasarkan pendataan di lapangan, cuaca panas dan minimnya curah hujan menyebabkan vegetasi menjadi kering. Kondisi tersebut turut disertai penurunan tinggi muka air pada sejumlah sumber air, sehingga meningkatkan kerentanan wilayah terhadap kebakaran dan berpotensi menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Danramil dan Polsek Bayung Lencir Tekankan Pencegahan Bersama

Danramil 401-04/Bayung Lencir menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, Manggala Agni, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mencegah serta menangani karhutla.

“Pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin,” demikian pesan yang dapat disampaikan atas nama Danramil 401-04/Bayung Lencir.

Sementara itu, Kapolsek Bayung Lencir AKP Kosim, S.H., melalui jajaran Polsek Bayung Lencir, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan vegetasi yang mengering.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan. Selain berpotensi menimbulkan kebakaran yang meluas, karhutla juga dapat mengancam keselamatan warga, merusak lingkungan, dan menimbulkan kabut asap. Peran aktif masyarakat sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kebakaran,” demikian pesan imbauan yang dapat disampaikan atas nama Polsek Bayung Lencir.

Catatan redaksi: Pernyataan Danramil dan Kapolsek di atas merupakan draf imbauan untuk kebutuhan artikel, bukan kutipan langsung yang telah dikonfirmasi kepada kedua pejabat.

Pemadaman Lanjutan dan Kewaspadaan Tetap Diperlukan

Kegiatan patroli terpadu ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan dalam menekan risiko karhutla di Desa Muara Medak. Meski pemantauan hotspot menunjukkan hasil nihil, keberadaan api yang belum padam di Dusun VII menunjukkan bahwa penanganan di lapangan masih diperlukan.

Tim gabungan melanjutkan kegiatan pemadaman sekaligus memperkuat pendekatan kepada masyarakat dan pemilik lahan agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Ke depan, patroli, edukasi, pemetaan wilayah rawan, serta kesiapsiagaan menghadapi kebakaran perlu terus ditingkatkan, terutama selama kondisi cuaca panas dan ketersediaan air masih terbatas.

Kolaborasi seluruh unsur dan partisipasi masyarakat diharapkan mampu menekan risiko kebakaran, melindungi lingkungan, serta menjaga keselamatan warga di wilayah Bayung Lencir, khususnya Desa Muara Medak.