Bazar Pasar Malam, Berkah Pedagang Kecil Hingga Tempat Anak Berkreasi
sibanyu, 30 Jun 2024
Luthfy Hasratama
Pedagang bakso Bakar yang sedang menyiapkan pesanan pembeli.
BAYUNG LENCIR, MUSI BANYUASIN - Dari jalan Lintas Timur Palembang Jambi Km 205, masuk ke jalan menuju RT 15 Kelurahan Bayung Lencir, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), tepat di lingkungan pasar tradisional H Ibrahim, memandang kerumunan orang mengepung para pedagang memesan makanan yang dijajakan.
Diiringi suara rintihan dari rumah hantu, riuh lagu anak dari komedi putar dan gerbong kereta kecil yang membawa para bocah. Tak ketinggalan teriakan bocah pada kolam memancing ikan mainan dan menangkap ikan lele.
Sabtu (29/6/2024) malam Media ini mencoba menyambani langsung Bazar/pasar malam. Sebelum masuk lokasi, terpantau puluhan orang disejumlah titik sepanjang jalan di kawasan pasar malam ini berteriak memanggil untuk memarkirkan kendaraan ditempatnya masing-masing.
Kami pun memarkirkan kendaraan disalah satu titik parkiran yang dekat dengan wahana pasar malam. Kemudian menemui langsung sejumlah pedagang yang memamerkan makanan dan minuman dagangannya baik di gerobak yang terpasang di motor hingga yang memamerkan di meja dagangan.
"Alhamdulillah, biasanya kami jualan di jalan, pindah-pindah. Di pasar malam ini tidak perlu mutar keliling lagi. Orang sudah ramai disini," ujar salah satu pedagang Bakso Bakar, Firmansyah ditanyai di dekat kereta anak.
Tak hanya Firmansyah, ratusan pedagang lainnya pun tanpa henti melayani pembeli yang silih berganti mengantre.
Selain dagangan jajanan yang ramai, para pelaku usaha penyedia fasilitas kreatif anak pun ramai jadi rebutan para bocah. Mulai dari penyedia papan mewarnai berbahan Styrofoam, hingga mewarnai patung berbahan Gypsum.
Salah satu juru parkir pun kami tanyai, ialah Anton, juru parkir berusia sekitar 40 an tahun ini menyebut dirinya senang bisa meraup rezeki ketika malam hari, saat Pasar Malam mulai operasi.
"Bukan cuma kami yang senang bisa mencari nafkah, para pedagang yang banyak warga Bayung Lencir saya rasa juga sama seperti itu," ungkapnya.
"Ya kalau pasar malam ini lanjut, kami jugo lanjut berjualan. Bisa nambah penghasilan," ujar warga Bayung Lencir pedagang seblak, Mila.
Sementara, salah satu pengunjung pasar malam, Febri mengungkapkan bahwa datang ke pasar malam membawa sang anak untuk bermain dan menghibur diri.
"Karena ini dekat, jadi lumayan lah dak perlu lagi ke kota untuk menghibur diri terutama pada musim libur sekolah ini. Di Bayung Lencir ini tempat hiburan jauh, kalau tidak ke kota Jambi ya ke kota Palembang. Bisa wisata kuliner juga disini," terangnya.
Pasar malam Gabungan dari Pedagang Kecil Mencari Rezeki
Kami juga menemui pengurus pedagang pasar malam asal Kabupaten Musi Banyuasin Yudi, pria bertubuh gempal ini ditanyai di lokasi, mengungkapkan bahwa dirinya dipercaya oleh sang pimpinan sebagai koordinator para pedagang dan pemilik wahana permainan, sementara pimpinan yang dimaksd adalah Kurnaidi. Pria yang akrab disapa Kuyung Kur ini merupakan orang asli orang Muba, Kebetulan sekarang ia menjabat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Selatan (PWI Sumsel).
Ia menyebut, pihaknya merasa bersyukur melihat para pemilik wahana dan pedagang kecil ini terlihat besar di mata masyarakat umum.
"Untuk hal-hal berkaitan dengan perizinan kami sudah taati sesuai peraturan, seperti izin lokasi pemilik tempat/lahan, izin tetangga, RT komunikasi dengan aparat Pemerintahan setempat yang mewakili pemerintah daerah, penegak hukum, juga kami memberikan kontribusi ke daerah berupa membayaran pajak," ungkapnya.
"Selain mencari rezeki, mungkin ini juga menjadi ladang amal bagi kami, bisa mmberikan jalan bagi kawan-kawan pedagang dalam mencari nafkah untuk keluarga di rumah. Kami juga memberi peluang besar bagi pedagang lokal untuk berjualan dan masyarakat sekitar yang membutuhkan pekerjaan. Terutama kalangan remaja yang baru lulus sekolah. Serta dapat berbagi rezeki kepada yang membutuhkan meskipun nilainya tak seberapa. Perlu diketahui para pedagang dan pemilik wahana yang kami koordinir ini mayoritas orang Muba" tutupnya.(lut)
0 Komentar