Warga menanam pohon pisang di tengah jalan.

Warga menanam pohon pisang di tengah jalan.

BAYUNG LENCIR, MUSI BANYUASIN : Sejumlah Warga Mendis Jaya, Kecamatan Bayung Lencir, Muba, Sumsel menanam pohon pisang di tengah jalan, Selasa (25/2/2024) hingga kendaraan besar pekerjaan tol ruas Betung -Tempino-Jambi Seksi 2B Interchange Tungkal Jaya - Interchange Bayung Lencir ini dilarang oleh warga untuk melintas.

Pantauan wartawan media ini di lapangan, jalan penghubung Desa Muara Medak, Desa Mendis Jaya, dan Kelurahan Bayung Lencir Indah ini berlubang serta berlumpur menjadi pemantik warga melakukan aksi penghentian aktifitas lalu lalang kendaraan besar pembawa material proyek pembangunan tol ini.

Selain warga Mendis Jaya, warga Kelurahan Bayung Lencir Indah turut melakukan aksi serupa berupa penghentian aktifitas kendaraan proyek pembangunan tol ini. Bahkan, warga menyebut sebelumnya sudah 5 kali melaksanakan aksi unjuk rasa.

Warga Mendis Jaya, Bustomi (47) menyebut bahwa dirinya bersama warga lainnya melakukan aksi penanaman pohon pisang tersebut dilatarbelakangi oleh rusak parahnya jalan, dimana jalan tersebut berdebu ketika cuaca panas, berlumpur ketika hujan.

"Bukan masalah kita mempersulit pembangunan tol, cuma kan kita sebagai warga, harus tolong dipikirkan juga jalan kita anak-anak sekolah, semua jalan sampe ujung ke ujung kontraktor kayak gak memikirkan, yang penting bisa lewat aja, jalan kami hancur," keluhnya.

Disinggung soal kendaraan perusahaan selain kendaraan proyek pembangunan tol, Bustomi mengungkapkan bahwa kendaraan proyek tol ini sangat besar, berbeda dengan kendaraan warga maupun perusahaan sawit yang juga melintas di jalan tersebut.

"Kalau perusahaan lain juga ada, perusahaan sawit itu kan jalan berlubang dikit dirawat dia. Semenjak alat alat berat tol ini jadi dia kan gak mau lagi merawat, lantaran beban yang lewat material tol itu kapasitasnya bukan kapasitas jalan ini," ujarnya.

Ditempat yang sama, emak - emak penghuni rumah yang didepannya ditanami pohon pisang oleh warga, Ketut (43) mengaku selain jalan hancur, dirinya juga mengeluhkan kebisingan, serta berdebu.

"Ya harapannya jalan ini ya baguslah, takutnya nanti ya kalau jalannya buruk, anak sekolah susah. Terus takutnya kalau ada mobil gelimpang kena tempat pura ibadah saya rusak, ganti rugi yang sesuai saya minta mau gak gitu lo," harapnya.

Hingga berita ini diturunkan, kendaraan proyek tol ini masih terparkir di sepanjang jalan kabupaten penghubung 3 desa di kecamatan Bayung Lencir ini, sementara pihak Hutama Karya Industri dikonfirmasi di lapangan, belum bisa memberikan keterangan.(lut)