Anggota Kelompok Mangga Selaro Jaya mengikuti pelatihan budidaya mangga di demplot Dusun Selaro, Desa Simpang Bayat.

Anggota Kelompok Mangga Selaro Jaya mengikuti pelatihan budidaya mangga di demplot Dusun Selaro, Desa Simpang Bayat.

Musi Banyuasin – Sebuah kebun mangga di Dusun Selaro, Desa Simpang Bayat, Kabupaten Musi Banyuasin, tengah dipersiapkan menjadi kawasan agrowisata berbasis masyarakat. Tak hanya berorientasi pada peningkatan hasil panen, kawasan tersebut diharapkan mampu menghadirkan destinasi wisata edukasi sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.

Langkah awal pengembangan itu dilakukan melalui pelatihan budidaya mangga yang diikuti 16 anggota Kelompok Mangga Selaro Jaya di demplot kelompok pada 9 Juni 2026. Kegiatan menghadirkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Simpang Bayat, Jonimal Putra Wijaya, dan konsultan pertanian Syahrul Effendi sebagai narasumber.

Pelatihan tidak hanya membahas teknik budidaya tanaman, tetapi juga memperkenalkan konsep pengembangan kebun sebagai destinasi wisata edukasi. Para peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan kebun yang menarik bagi pengunjung, pengembangan produk olahan mangga, hingga peluang usaha yang dapat tumbuh di sekitar kawasan wisata.

Menurut Jonimal, keberhasilan pengembangan agrowisata tidak hanya ditentukan oleh kualitas kebun, tetapi juga kekuatan kelembagaan kelompok tani yang mengelolanya.

"Penguatan organisasi kelompok menjadi faktor penting agar pengembangan agrowisata dapat berjalan secara berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Syahrul Effendi membekali peserta dengan teknik perawatan tanaman, peningkatan kualitas buah, serta strategi agar kebun mangga varietas Arumanis dan Kiojay memiliki daya tarik bagi wisatawan maupun pelajar yang ingin belajar tentang pertanian.

Selain peningkatan kapasitas, kelompok tani juga memperoleh dukungan berupa tambahan 50 bibit mangga sehingga total bantuan yang diterima sejak 2024 mencapai sekitar 3.000 bibit. Dukungan tersebut turut dilengkapi sarana produksi pertanian, peralatan berkebun, serta fasilitas penunjang operasional demplot sebagai modal pengembangan kawasan.

Ketua Kelompok Mangga Selaro Jaya, Heri Ismanto, mengatakan pelatihan tersebut memberikan perspektif baru bagi para petani.

"Selama ini kami fokus menghasilkan buah yang berkualitas. Dari pelatihan ini kami memahami bahwa kebun mangga juga dapat menjadi tempat belajar, destinasi wisata, sekaligus sumber penghasilan baru bagi masyarakat," katanya.

Menurut Heri, pengembangan kebun menjadi kawasan agrowisata diyakini mampu memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi hasil panen, tetapi juga mendorong tumbuhnya usaha lain seperti kuliner, produk olahan mangga, hingga jasa pendukung wisata.

"Bantuan yang kami terima menjadi penyemangat bagi seluruh anggota kelompok untuk terus mengembangkan kebun ini. Harapan kami, suatu saat Kebun Mangga Selaro Jaya dapat menjadi kebanggaan Desa Simpang Bayat," ujarnya.

Pengembangan Kelompok Mangga Selaro Jaya merupakan bagian dari Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang dijalankan PHE Jambi Merang.

Manager Community Involvement & Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan pengembangan kelompok tani tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan.

"Kami mendorong kelompok binaan untuk mengoptimalkan potensi lokal desa. Melalui penguatan kapasitas budidaya, dukungan sarana, dan pengembangan agrowisata, kami berharap Kelompok Mangga Selaro Jaya tumbuh menjadi usaha masyarakat yang mandiri, produktif, serta mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan bagi warga sekitar," ujarnya.

Pengembangan agrowisata berbasis kebun mangga tersebut diharapkan menjadi salah satu contoh pemanfaatan potensi lokal desa yang mampu menggabungkan sektor pertanian dengan pariwisata. Dengan langkah awal yang telah dilakukan, masyarakat Simpang Bayat kini mulai membangun harapan agar kebun mangga tidak hanya menjadi sumber panen, tetapi juga menjadi tujuan wisata yang memberi nilai tambah bagi perekonomian desa.

Tentang PHE Jambi Merang

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang merupakan bagian dari Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi dengan komoditas utama gas dan kondensat. Wilayah kerjanya mencakup 22 desa di enam kecamatan, tiga kabupaten, dan dua provinsi, dengan area operasi utama berada di Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM), PHE Jambi Merang menjalankan berbagai program di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan sebagai bagian dari komitmen mendukung pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

Versi ini menggunakan pola penulisan khas media online: lead langsung pada nilai berita, diikuti 5W+1H, kemudian dukungan data, kutipan narasumber, dan penutup yang menegaskan dampak. Sudut pandangnya bergeser dari "pelatihan petani" menjadi "transformasi kebun mangga menjadi agrowisata", sehingga terasa lebih aktual dan memiliki daya tarik berita yang lebih kuat.(rna)