Pertamina EP Jambi Field Dorong Inovasi Produk UMKM Perempuan Lewat Pelatihan
sibanyu, 30 May 2026
Reni A
Studi banding dan pelatihan pengembangan produk makanan ringan lokal.
Jambi – Upaya memperkuat daya saing pelaku UMKM perempuan terus dilakukan Pertamina EP Jambi Field melalui program pengembangan masyarakat. Salah satunya diwujudkan dengan mengikutsertakan enam anggota Kelompok Kuliner Kenali Asam Atas (KUALITAS) dalam kegiatan studi banding dan pelatihan pengembangan produk makanan ringan lokal yang berlangsung pada 15–16 Mei 2026 di Kota Padang, Sumatera Barat.
Seluruh peserta merupakan ibu rumah tangga yang selama ini aktif mengembangkan usaha kuliner di lingkungan mereka. Kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kapasitas kelompok dalam menciptakan produk unggulan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan dapat diproduksi secara berkelanjutan.
Pelatihan difasilitasi oleh Royal Asia College Padang, lembaga yang bergerak di bidang penyelenggaraan pelatihan dan studi banding. Selain mendapatkan materi pembelajaran dari para narasumber, peserta juga berkesempatan melakukan kunjungan langsung ke Pusat Oleh-Oleh Ummi Aufa Hakim guna mempelajari praktik usaha yang telah berkembang.
Program ini berangkat dari kebutuhan Kelompok KUALITAS untuk menghadirkan produk yang lebih kompetitif di tengah persaingan UMKM. Selama ini, kelompok masih memproduksi aneka kue tradisional, cookies, roti, dan donat yang banyak ditemukan di pasaran. Sebagian besar produk juga masih dibuat berdasarkan pesanan sehingga belum memiliki lini produk yang diproduksi secara rutin.
Tantangan lain yang dihadapi adalah menentukan produk khas daerah yang berpotensi menjadi identitas usaha kelompok. Sementara itu, banyak makanan tradisional Jambi memiliki keterbatasan dari sisi daya tahan produk. Oleh karena itu, pengembangan makanan ringan berbahan dasar singkong yang banyak dikembangkan di Sumatera Barat dipandang sebagai alternatif yang dapat diadaptasi untuk menciptakan produk baru bernilai ekonomi.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai proses produksi dan pengelolaan usaha yang disampaikan oleh Manager UMKM Ummi Aufa Hakim Cabang Padang, Winda Nisrinah. Tidak hanya teori, peserta juga mengikuti praktik pembuatan berbagai produk olahan ubi dan singkong, seperti keripik balado (sanjai) dengan beragam varian rasa serta rengginang singkong. Berbagai strategi pengembangan produk yang telah diterapkan pelaku usaha sukses juga menjadi bagian dari materi pembelajaran.
Manager Community Involvement & Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap penguatan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM perempuan.
“Melalui pelatihan dan studi banding ini, kami berharap anggota Kelompok KUALITAS tidak hanya memperoleh keterampilan baru dalam menghasilkan produk makanan ringan yang memiliki nilai jual, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai pengelolaan usaha yang baik dan berkelanjutan. Kami ingin kelompok ini mampu menghadirkan produk unggulan yang khas, kompetitif, dan dapat diproduksi secara berkala sehingga memberi dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan keluarga,” ujarnya.
Menurut Iwan, pengembangan UMKM lokal menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi dengan lembaga pelatihan dan pelaku usaha yang telah berpengalaman dinilai penting agar masyarakat memperoleh pembelajaran yang praktis dan relevan dengan kebutuhan usaha.
Melalui program ini, enam anggota Kelompok KUALITAS ditargetkan mampu meningkatkan kemampuan dalam mengolah produk berbahan dasar singkong sekaligus memperkuat pemahaman mengenai tata kelola usaha yang baik. Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia, program juga menargetkan lahirnya sedikitnya dua produk lokal baru yang dapat diproduksi secara berkala oleh kelompok.
Dalam jangka panjang, kehadiran produk baru tersebut diharapkan mampu membuka peluang peningkatan pendapatan bagi anggota kelompok melalui produk yang lebih kompetitif dan memiliki nilai tambah. Program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat penerapan standar produksi yang lebih baik sehingga kualitas produk UMKM lokal semakin meningkat.(rna)
0 Komentar